Prinsip Kehati-Hatian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Dalam Kewenangannya Membuat Akta Jual Beli Hak Atas Tanah

Main Article Content

Antikowati
Andika Putra Eskanugraha
Selvia Christin Sinulingga

Abstract

The Land Deed Officer is a public official who is given or has the authority to make authentic deeds regarding certain legal actions in terms of land rights or ownership rights to apartment units. Deed of sale and purchase of land is a form of legal certainty between parties who buy and sell land and is the legal basis for the transfer of land rights. The making of the deed of sale and purchase of land is carried out in the presence of the Land Deed Making Officer who has clear and cash characteristics in terms of the price that has been paid in full. The objectives to be achieved in this study are as follows to find out and analyze the basis for the judge's consideration of the decision. To find out and analyze what responsibilities The Land Deed Officer has to carry out when making a sale and purchase deed where a violation has been committed. The research method in writing this thesis uses doctrinal research, namely to obtain principles or legal provisions in order to find divine truths in order to be able to answer the legal issues at hand. The approach used is the statutory approach, the case approach. The legal materials used in this study consist of primary legal materials, secondary legal materials and non-legal materials. The results of this study explain that in passing a decision on Defendant I as the Land Deed Officer, there was negligence by the judge. The Land Deed Officer as the maker of the deed of sale and purchase is subject to administrative sanctions, civil sanctions and criminal sanctions.

Article Details

How to Cite
Antikowati, Eskanugraha, A. P., & Sinulingga, S. C. (2026). Prinsip Kehati-Hatian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Dalam Kewenangannya Membuat Akta Jual Beli Hak Atas Tanah. Acten Journal Law Review, 3(1), 52–76. https://doi.org/10.71087/ajlr.v3i1.68
Section
Articles

References

A. Buku

Adjie, Habib. Hukum Notaris Indonesia. Bandung: Refika Aditama, 2008.

———. Kebatalan Dan Pembatalan Akta Notaris. Bandung: Refika Aditama, 2011.

———. Sanksi Perdata Dan Administrasi Terhadap Notaris Sebagai Pejabat Publik. Bandung: Refika Aditama, 2009.

Efendi, Aan, and Dyah Octhorina Susanti. Penelitian Hukum (Legal Research). Jakarta: Sinar Grafika, 2018.

Kie, Tan Thong. Studi Notariat: Serba-Serbi Praktek Notaris. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1994.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2007.

Mustofa. Tuntutan Pembuatan Akta-Akta PPAT. Jakarta: Kencana, 2014.

Santoso, Urip. Pendaftaran Dan Peralihan Hak Atas Tanah. Jakarta: Kencana, 2010.

B. Artikel Jurnal

Akmal, Diya Ul, Hanif Fitriansyah, and Fauzziyyah Azhar Ramadhan. “Reformasi Hukum Pertanahan: Perlindungan Hukum Hak Atas Tanah Terhadap Pengalihan Hak Secara Melawan Hukum.” Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan 14, no. 2 (2024): 193–214. https://doi.org/10.22212/JNH.V14I2.3964.

Anggraeni, Shirley Zerlinda, and Marwanto. “Kewenangan Dan Tanggung Jawab Hukum Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Pelaksanaan Pendaftaran Hak Tanggungan Secara Elektronik.” Acta Comitas : Jurnal Hukum Kenotariatan 5, no. 2 (2020): 261–73. https://doi.org/10.24843/AC.2020.V05.I02.P05.

Ardiansyah, Erlan, Mohammad Saleh, and Rahmia Rachman. “Batasan Tanggungjawab Notaris Terhadap Akta Autentik Yang Dibuatnya.” Recital Review 4, no. 2 (2022): 432–51. https://doi.org/10.22437/RR.V4I2.18867.

Aulia, Arsiendy. “Prinsip Kehati-Hatian PPAT Dalam Proses Pengikatan Jual Beli Tanah Sebagai Perwujudan Kepastian Hukum.” Recital Review 4, no. 1 (2022): 244–78. https://doi.org/10.22437/RR.V4I1.13364.

Azwardi, and Meysita Arum. “Prinsip Kehati-Hatian Dalam Pembuatan Akta Otentik Oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).” Jurnal Kewarganegaraan 6, no. 3 (2022): 6430–40. https://doi.org/10.31316/JK.V6I3.4149.

Azzahra, Syifa. “Prinsip Kehati-Hatian Notaris Dalam Pembuatan Perjanjian Nominee Bagi Warga Negara Asing Sebagai Dasar Peralihan Hak Atas Tanah.” Acten Journal Law Review 2, no. 1 (2025): 72–98. https://doi.org/10.71087/AJLR.V2I1.30.

Franciska, Wira, and Arief Faturohman. “Perlindungan Hukum Bagi Para Pihak Atas Perbuatan Melawan Hukum Yang Dilakukan Oleh PPAT Dalam Penggelapan Pajak Terhadap Peralihan Hak Atas Tanah.” Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik’s 5, no. 1 (2023): 131–55. https://doi.org/10.35814/otentik.v5i1.4626.

Hutabarat, Hizkia, Erita Wagewati Sitohang, and Tulus Siambaton. “Peran Badan Pertanahan Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Kepemilikan Tanah.” Jurnal Hukum PATIK 10, no. 1 (2021): 61–68. https://doi.org/10.51622/PATIK.V10I1.223.

Icksan, Mochamad. “Pembatalan Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah Yang Dinilai Cacat Hukum Oleh Pejabat Badan Pertanahan Nasional.” Jurnal Ilmu Kenotariatan 3, no. 2 (2022): 95–104. https://doi.org/10.19184/jik.v3i2.36441.

Intansari, Oktaviantin, and Edith Ratna. “Keotentikan Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah Elektronik.” Notarius 16, no. 2 (2023): 916–22. https://doi.org/10.14710/NTS.V16I2.41540.

Khoirunnisa, Arifah Nur. “Analisis Terhadap Penggelapan Dana Titipan Pembayaran Pajak Bumi Bangunan Oleh Notaris/PPAT Dan Tanggung Jawabnya Dalam Sudut Pandang Kode Etik Notaris.” Jurnal Locus Penelitian Dan Pengabdian 3, no. 3 (2024): 275–81. https://doi.org/10.58344/LOCUS.V3I3.2555.

Kumalasari, Desi, and Edith Ratna. “Ideal Concepts Implementation of Good Governance in the Land Registration Process by PPAT Based Justice Value.” Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) 5, no. 3 (2022): 21127–38. https://doi.org/10.33258/BIRCI.V5I3.6131.

Lawira, Felix. “Penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa Oleh Ppat Dalam Rangka Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.” Tanjungpura Acta Borneo Jurnal 3, no. 1 (2024): 56. https://doi.org/10.26418/tabj.v3i1.87034.

Manjari, Adinda Rati. “Implementasi Validasi Pajak Penghasilan Atas Jual Beli Tanah Dan Bangunan.” Officium Notarium 2, no. 1 (2022): 159–68. https://doi.org/10.20885/JON.VOL2.ISS1.ART17.

Meiyona, Ulfa Roffilah, and Ali Ismail Shaleh. “Pertanggungjawaban PPAT Terhadap Pembuatan Surat Pernyataan Keabsahan Dan Kebenaran Dokumen Elektronik.” Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune 5, no. 1 (2022): 123–43. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/2595053.

Mentari, Mega, Ana Silviana, and Mira Novana Ardani. “Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara Atau PPATS Terhadap Batas Waktu Pendaftaran Akta Jual Beli Tanah Berdasarkan Pasal 40 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah (Studi Di Kota Depok).” Diponegoro Law Journal 9, no. 2 (2020): 359–72. https://doi.org/10.14710/DLJ.2020.26911.

Mirwansyah, Tedi Gunawan, and Mohammad Lutfi. “Prinsip Kehati-Hatian Proses Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Jual Beli Tanah Yang Telah Bersertifikat Oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah.” Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum 3, no. 01 (2024): 30–38. https://doi.org/10.24967/jaeap.v3i01.2838.

Misranto, and Yuridika Galih Putra Pratama. “Implikasi Hukum Bagi PPAT Yang Tidak Mendaftarkan Akta PPAT Lebih Dari 7 (Tujuh) Hari Kerja Ke Kantor Pertanahan.” Jurnal Hukum Dan Kenotariatan 5, no. 1 (2021): 99–110. https://doi.org/10.33474/HUKENO.V5I1.10110.

Moestajab, Ririh. “Pelaksanaan Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah Dalam Rangka Ampunan Pajak Terhadap Pinjam Nama Kepemilikan.” Jurnal Hukum Dan Kenotariatan 6, no. 2 (2022): 1072–93. https://doi.org/10.33474/hukeno.v6i2.17800.

Murni, Christiana Sri. “Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Proses Peralihan Jual Beli Hak Atas Tanah.” Jurnal Kajian Pembaruan Hukum 1, no. 1 (2021): 25–48. https://doi.org/10.19184/jkph.v1i1.23384.

Murni, Christiana Sri, and Sumirahayu Sulaiman. “Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Merupakan Tanda Bukti Hak Kepemilikan Tanah.” Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum 8, no. 2 (2022): 183–98. https://doi.org/10.46839/LLJIH.V8I2.370.

Paramita, Nawang Putri, and R B Sularto. “Visum Et Repertum As Evidence In Uncovering The Occurrence of Criminal Acts.” Devotion : Journal of Research and Community Service 4, no. 2 (2023): 596–600. https://doi.org/10.36418/DEVOTION.V4I2.411.

Pertiwi, Yulia Syanu Citra, Fendi Setyawan, and Firman Floranta Adonara. “Autentikasi Akta PPAT Yang Pengesahan Aktanya Tidak Sesuai Pada Saat Penandatanganan Para Pihak Dihadapan PPAT.” MIMBAR YUSTITIA : Jurnal Hukum Dan Hak Asasi Manusia 5, no. 2 (2021): 146–56. https://doi.org/10.52166/MIMBAR.V5I2.3066.

Purwowibowo, Surya Hartato. “Status Hukum Majelis Kehormatan Notaris Dalam Perspektif Hukum Tata Usaha Negara.” Jurnal Ilmu Kenotariatan 2, no. 1 (2021): 45–68. https://doi.org/10.19184/jik.v2i1.18390.

Rasda, Dewi, Muhammad Sabir Rahman, and Bakhtiar Tijjang. “Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Dalam Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Tanah.” Jurnal Litigasi Amsir 9, no. 1 (2021): 34–40. https://journalstih.amsir.ac.id/index.php/julia/article/view/55.

Rizal, Emha Ainun. “Tanggung Jawab PPAT Atas Pembatalan Akta Yang Dibuat Dihadapannya.” Officium Notarium 2, no. 2 (2022): 354–62. https://doi.org/10.20885/JON.VOL2.ISS2.ART17.

Rizkianti, Wardani, and Sylvana Deborah Murni Hutabarat. “Peningkatan Pengetahuan Dan Pendampingan Tentang Penghitungan Pajak Peralihan Hak Atas Tanah.” JCES (Journal of Character Education Society) 6, no. 4 (2023): 672–83. https://doi.org/10.31764/jces.v6i4.16234.

Rohman, Aliur. “Faktor Hilangnya Otensitas Akta PPAT Sebagai Alat Bukti Di Pengadilan.” Jurnal Education And Development 9, no. 1 (2021): 62–62. https://doi.org/10.37081/ED.V9I1.2283.

Sakinah, Baeti, and Denny Suwondo. “Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (Ppat) Dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Beserta Akibat Hukumnya.” Jurnal Ilmiah Sultan Agung 2, no. 1 (2023): 998–1008. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/JIMU/article/view/31439.

Samsuto, and Rio Christiawan. “Kedudukan Hukum PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) Atas Tanah Dan Bangunan Dengan Kuasa Jual (Studi Kasus: Putusan Nomor 72/Pdt.G/2023/PN.Bks).” Jurnal Hukum Staatrechts 8, no. 1 (2025): 62–77. https://doi.org/10.52447/SR.V8I1.8194.

Sari, Kirana Indra. “Pembatalan Akta Hibah PPAT Kepada Anak Angkat Tanpa Persetujuan Ahli Waris (Studi Kasus Putusan MA No. 1818K/Pdt/2008).” Jurnal Akta Notaris 3, no. 1 (2024): 16–30. https://doi.org/10.56444/AKTANOTARIS.V3I1.1680.

Sarno, Sonya Putri Oktavia M., Budi Santoso, and Adya Paramita Prabandari. “Peran PPAT Dalam Melakukan Perlindungan Hukum Bagi Para Pihak Pada Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Jual Beli.” Notarius 14, no. 2 (2021): 757–68. https://doi.org/10.14710/NTS.V14I2.43802.

Setyawan, Citra Adityana, and Antiko Wati. “Peralihan Hak Atas Tanah Dengan Kuitansi Jual Beli.” Jurnal Ilmu Kenotariatan 3, no. 1 (2022): 14–22. https://doi.org/10.19184/jik.v3i1.34913.

Shafira, Alya. “Peran PPAT Selaku Pengguna Layanan Pengecekan Sertipikat Secara Elektronik Sebagai Upaya Perlindungan Bagi Para Pihak Yang Melakukan Peralihan Hak Milik.” Indonesian Notary 3, no. 2 (2021): 12–25. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/2984248.

Sidharta, Ridwan, I Wayan Putu Sucana Aryana Aryana, and Cokorde Istri Dian Laksmi Dewi. “Tanggung Jawab Notaris Dalam Pembuatan Pendaftaran Jaminan Fidusia Secara Elektronik.” Jurnal Aktual Justice 8, no. 2 (2023): 91–107. https://doi.org/10.70358/AKTUALJUSTICE.V8I2.1102.

Srisena, Anindya Zahra, and Kholis Roisah. “Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Dan Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPAT Sementara) Dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Beserta Akibat Hukumnya.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik 5, no. 1 (2024): 373–82. https://doi.org/10.38035/JIHHP.V5I1.3121.

Surachman, Nur Fitriayu. “Kajian Pembuatan Akta Jual Beli Dari PPATS Sebelum Dan Sesudah Perkaban No. 8 Tahun 2012.” Otentik’s : Jurnal Hukum Kenotariatan 4, no. 1 (2022): 55–79. https://doi.org/10.35814/OTENTIK.V4I1.3345.

Syaputra, Maulana, Irhamsah, and Refki Ridwan. “Konsekuensi Hukum Dan Tanggung Jawab Notaris Terhadap Akta Yang Mengandung Unsur Penyalahgunaan Keadaan.” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 3, no. 4 (2024): 1901–10. https://doi.org/10.55681/SENTRI.V3I4.2564.

Thamrin, Husni, and M. Khoidin. Hukum Notariat Dan Pertanahan, Kewenangan Notaris Dan PPAT Membuat Akta Pertanahan. Yogyakarta: Laksbang Justitia, 2023.

Wau, Hilbertus Sumplisius M., and T. Keizerina Devi Azwar. “Intercept the Land Mafia: An Analysis of the Role of PPAT as a Shield in Illegal Property Transactions.” Jurnal Ilmu Kenotariatan 4, no. 2 (2023): 88–101. https://doi.org/10.19184/jik.v4i2.43203.

Widjawan, Dhanang, Dewi Hikmah, Asep Heri Kusmayadi, and Nurhayanti. “Implikasi Hukum Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Yang Tidak Sesuai Dengan Tata Cara Pembuatan Akta PPAT (Studi Kasus: PPAT Di Wilayah Kota Tasikmalaya).” Case Law: Journal of Law 2, no. 1 (2021): 28–42. https://doi.org/10.25157/CASELAW.V2I1.2505.

Widoastuti, Rina, and Siti Rodhiyah Dwi Istinah. “The PPAT’S Responsibilities on Calculation of Tax Payment Value.” Sultan Agung Notary Law Review 3, no. 2 (2021): 674–88. https://doi.org/10.30659/SANLAR.3.2.554-568.

Widyawati, Cicilia Ri Sapta Wahyu, Arsin Lukman, and Jum Anggriani. “Kajian Penerapan Pembayaran Pajak Penghasilan (PPH) Dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan/Atau Bangunan (BPHTB) Atas Pembatalan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Menjadi Akta Jual Beli.” Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 9 (2025). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i4.1053.

Wijaya, Michael Winters. “Penerapan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa Notaris Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Secara Video Conference.” Jurnal Rechtens 12, no. 2 (2023): 193–208. https://doi.org/10.56013/rechtens.v12i2.2425.

C. Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria.

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 yang telah diubah oleh Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 23 Tahun 2009 tentang Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nomor 1 Tahun 2006 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 Tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah.